Care for Life

Care for Life
Wajah wajah cerah Pengurus BSMI Mataram

Rabu, 10 November 2010

Kumpulan Artikel Motivasi dan Inspirasi Sukses: Ya...aku akan belajar

Kumpulan Artikel Motivasi dan Inspirasi Sukses: Ya...aku akan belajar: "Aku BELAJAR... bahwa tidak selamanya hidup ini indah, Kadang Allah menginjinkan aku melalui derita Tetapi aku tahu.. Ia tidak pernah meningg..."

Ingatlah Saat Kematianmu...!!!

Smaller  Reset  Larger
Ingatlah Saat Kematian Mu!

Di dunia ini, menurut al-Ghazali, tak ada yang pasti, kecuali kematian. Hanya kematian yang pasti, lainnya tak ada yang pasti. Namun, manusia tak pernah siap menghadapi maut dan cenderung lari darinya. "Sesungguhnya, kematian yang kamu lari daripadanya, sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu." (QS Al-Jumu'ah [62]: 8).

Bagi al-Ghazali, kematian tidak bermakna tiadanya hidup (nafi al-hayah), tetapi perubahan keadaan (taghayyur hal). Dengan kematian, hidup bukan tidak ada, melainkan bertransformasi dalam bentuknya yang lebih sempurna. Diakui, banyak orang semasa hidup mereka tertidur (tak memiliki kesadaran), tetapi justru setelah kematian, meraka bangun (hidup). "Al-Nas niyam, fa idza matu intabihu," demikian kata Imam Ali.
  
Dalam Alquran, ada beberapa istilah yang dipergunakan Allah SWT untuk mengartikan kematian. Pertama, kata al-maut  (kematian) itu sendiri. Kata ini dalam bentuk kata benda diulang sebanyak 35 kali. Al-maut menunjuk pada terlepasnya (berpisah) ruh dari jasad manusia. Kepergian ruh membuat badan tak berdaya dan kemudian hancur-lebur menjadi tanah.

Allah SWT berfirman, "Darinya (tanah) itulah Kami menciptakan kamu dan kepadanyalah Kami akan mengembalikan kamu, dan dari sanalah Kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang lain." (QS Thaha [20]: 55).

Kedua, kata al-wafah (wafat). Kata ini dalam bentuk fi`il diulang sebanyak 19 kali. Al-Wafah memiliki beberapa makna, antara lain sempurna atau membayar secara tunai. Jadi, orang mati dinamakan wafat karena ia sesungguhnya sudah sempurna dalam menjalani hidup di dunia ini. Oleh sebab itu, kita tak perlu berkata, sekiranya tak ada bencana alam si fulan tidak akan mati.
  
Ketiga, kata al-ajal. Kata ini dalam Alquran diulang sebanyak 21 kali. Kata ajal sering disamakan secara salah kaprah dengan umur. Sesungguhnya, ajal berbeda dengan umur. Umur adalah usia yang kita lalui, sedangkan ajal adalah batas akhir dari usia (perjalanan hidup manusia) di dunia. Usia bertambah setiap hari; ajal tidak. (QS Al-A'raf [7]: 34).
  
Keempat, kata al-ruju' (raji'). Kata ini dalam bentuk subjek diulang sebanyak empat kali, dan mengandung makna kembali atau pulang. Kematian berarti perjalanan pulang atau kembali kepada asal, yaitu Allah SWT. Karena itu, kalau ada berita kematian, kita baiknya membaca istirja', Inna Lillah wa Inna Ilaihi Raji'un  (QS Al-Baqarah [2]: 156).
  
Sesungguhnya, kematian itu sama dengan mudik, yaitu perjalanan pulang ke kampung kita yang sebenarnya, yaitu negeri akhirat. Mudik itu menyenangkan. Dengan satu syarat, yakni membawa bekal yang cukup, berupa iman dan amal saleh. "Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya (dalam perkenan dan rida-Nya), hendaklah ia mengerjakan amal saleh." (QS Al-Kahfi [18]: 110). Wallahu a'lam.
Red: Budi Raharjo
Rep: Oleh Dr A Ilyas Ismail

SOSIALISASI TRANSFORMASI RSJ PROVINSI NTB MENJADI BADAN LAYANAN UMUM DAERAH



Mengubah perilaku sumber daya manusia mutlak untuk memenangkan persaingan. Dengan menjadi BLUD, RS tidak akan lagi terlalu birokratis tetapi dapat mengelola bisnis secara professional. Bisnis di sini bukan berarti hanya mencari keuntungan belaka, namun bisnis yang sehat, efektif dan efisien.


Tekad RSJ Prov.NTB untuk menjadi BLUD nampaknya semakin membulat. Hal ini ditunjukkan dengan semakin intens kegiatan persiapan pendokumentasian dan perencanaan oleh tim persiapan BLUD RSJP NTB, baik dari pokja Bisnis Plan, SPM maupun tata kelola keuangan serta administrasi dan pelaporan.
DSC04597.JPGKeseriusan ini ditunjukkan pula dengan mendatangkan Ketua Asosiasi Rumah Sakit Daerah        (Arsada) Pusat dr Hanna Permana Subanegara ,MARS pada tanggal 23-25 Agustus 2010 Sebagai nara sumber seminar dan sosialisasi BLUD kepada seluruh pegawai RSJ Provinsi NTB, bertempat di Aula RSJ Provinsi NTB.
Dalam kesempatan tersebut, Hanna menyampaikan pentingnya sosialisasi BLUD bagi seluruh pegawai RS tanpa terkecuali mulai dari pejabat struktural hingga petugas kebersihan dengan tujuan agar proses transformasi RSJ menuju Badan Layanan Umum Daerah ini bisa berjalan lancar,
Dokter yang telah ditunjuk sebagai konsultan RSJ Provinsi NTB ini  berharap agar jangan sampai ketika RSJ ini  nantinya bisa menjadi BLUD hanya ganti baju belaka, tetapi kualitas layanannya tidak berubah. Konsep mengubah rumah sakit menjadi BLUD merupakan sarana untuk mengubah mindset lama agar semakin berkualitas. Artinya mempunyai kualitas bisnis yang sehat sehingga bisa memiliki daya saing dengan rumah sakit lainnya.

Dia menambahkan mengubah perilaku sumber daya manusia mutlak untuk memenangkan persaingan. Dengan menjadi BLUD, RS tidak akan lagi terlalu birokratis tetapi dapat mengelola bisnis secara professional. Bisnis di sini bukan berarti hanya mencari keuntungan belaka, namun bisnis yang sehat, efektif dan efisien. Menurutnya, dengan menjadi BLUD, rumah sakit menjadi lebih fleksibel dalam mengelola keuangan.
DSC04596.JPG
 Sebuhungan dengan mengubah perilaku SDM , Hanna mengungkapkan bagaimana masyarakat sekarang menjadi semakin dewasa dan cenderung menyukai yang indah-indah. Salah satunya adalah terkait dengan penerimaan pegawai baru dan penempatan tenaga yang ada. Nanti RS jangan menerima karyawan baru yang tidak keren dan tidak ramah. Di bagian pelayanan jangan sampai ditempati karyawan kumuh, judes dan lamban, termasuk pula dari sisi penampilan. Survey menunjukkan, 68 persen pasien tidak kembali ke rumah sakit karena perilaku dokter dan perawat yang tidak menyenangkan. Dengan menjadi BLU, tantangan ini bisa dijawab, paparnya.  (Arif).


PENGARUH PERUBAHAN FAKTOR EKSPOSI PADA PEMERIKSAAN RADIOGRAFI KOLUMNA VERTEBRA LUMBO-SACRAL MENGGUNAKAN "COMPUTED RADIOGRAPHY" TERHADAP KUALITAS RADIOGRAF DAN PAPARAN RADIASI

            Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh perubahan faktor eksposi pada pemeriksaan radiografi vertebra lumbosacral menggunakan Computed Radiography (CR) terhadap kualitas radiograf dan paparan radiasi. Pengaruh perubahan faktor eksposi terhadap kualitas radiograf diperoleh melalui pengukuran densitas radiograf setelah sinar-X menembus Stepwedge dan obyek kolumna vertebra lumbo-sacral (phantom abdomen). Perbedaan kehitaman (densitas) pada Stepwedge dan kolumna vertebra lumbosacral (phantom abdomen) pada setiap perubahan faktor eksposi menghasilkan kontras  radiograf. Untuk mengetahui pengaruh perubahan faktor eksposi terhadap dosis radiasi yang diterima pasien, dilakukan dengan cara analitik, sedangkan pengaruhnya terhadap laju dosis radiasi hambur dilakukan melalui pengukuran laju paparan radiasi hambur menggunakan Survey meter yang diletakkan sejauh 100 cm dari obyek.
            Hasil penelitian menunjukkan perubahan faktor eksposi pada pemeriksaan kolumna vertebra lumbosacral menggunakan Computed Radiography (CR) menghasilkan perbedaan densitas dan kontras radiograf yang tidak signifikan, tetapi terjadi perbedaan dosis radiasi yang diterima pasien dan laju paparan radiasi hambur, dimana pada pemakaian high kV technique, hasil paparan radiasi (radiasi yang diterima pasien maupun laju paparan radiasi hambur) lebih kecil dibandingkan dengan pemilihan tehnik standar.

                              Mataram, 11 November 2010
*Arif Fahmi