Mengubah perilaku sumber daya manusia mutlak untuk memenangkan persaingan. Dengan menjadi BLUD, RS tidak akan lagi terlalu birokratis tetapi dapat mengelola bisnis secara professional. Bisnis di sini bukan berarti hanya mencari keuntungan belaka, namun bisnis yang sehat, efektif dan efisien.
Tekad RSJ Prov.NTB untuk menjadi BLUD nampaknya semakin membulat. Hal ini ditunjukkan dengan semakin intens kegiatan persiapan pendokumentasian dan perencanaan oleh tim persiapan BLUD RSJP NTB, baik dari pokja Bisnis Plan, SPM maupun tata kelola keuangan serta administrasi dan pelaporan.
Keseriusan ini ditunjukkan pula dengan mendatangkan Ketua Asosiasi Rumah Sakit Daerah (Arsada) Pusat dr Hanna Permana Subanegara ,MARS pada tanggal 23-25 Agustus 2010 Sebagai nara sumber seminar dan sosialisasi BLUD kepada seluruh pegawai RSJ Provinsi NTB, bertempat di Aula RSJ Provinsi NTB.Dalam kesempatan tersebut, Hanna menyampaikan pentingnya sosialisasi BLUD bagi seluruh pegawai RS tanpa terkecuali mulai dari pejabat struktural hingga petugas kebersihan dengan tujuan agar proses transformasi RSJ menuju Badan Layanan Umum Daerah ini bisa berjalan lancar,
Dokter yang telah ditunjuk sebagai konsultan RSJ Provinsi NTB ini berharap agar jangan sampai ketika RSJ ini nantinya bisa menjadi BLUD hanya ganti baju belaka, tetapi kualitas layanannya tidak berubah. Konsep mengubah rumah sakit menjadi BLUD merupakan sarana untuk mengubah mindset lama agar semakin berkualitas. Artinya mempunyai kualitas bisnis yang sehat sehingga bisa memiliki daya saing dengan rumah sakit lainnya.
Dia menambahkan mengubah perilaku sumber daya manusia mutlak untuk memenangkan persaingan. Dengan menjadi BLUD, RS tidak akan lagi terlalu birokratis tetapi dapat mengelola bisnis secara professional. Bisnis di sini bukan berarti hanya mencari keuntungan belaka, namun bisnis yang sehat, efektif dan efisien. Menurutnya, dengan menjadi BLUD, rumah sakit menjadi lebih fleksibel dalam mengelola keuangan.

Dia menambahkan mengubah perilaku sumber daya manusia mutlak untuk memenangkan persaingan. Dengan menjadi BLUD, RS tidak akan lagi terlalu birokratis tetapi dapat mengelola bisnis secara professional. Bisnis di sini bukan berarti hanya mencari keuntungan belaka, namun bisnis yang sehat, efektif dan efisien. Menurutnya, dengan menjadi BLUD, rumah sakit menjadi lebih fleksibel dalam mengelola keuangan.

Sebuhungan dengan mengubah perilaku SDM , Hanna mengungkapkan bagaimana masyarakat sekarang menjadi semakin dewasa dan cenderung menyukai yang indah-indah. Salah satunya adalah terkait dengan penerimaan pegawai baru dan penempatan tenaga yang ada. Nanti RS jangan menerima karyawan baru yang tidak keren dan tidak ramah. Di bagian pelayanan jangan sampai ditempati karyawan kumuh, judes dan lamban, termasuk pula dari sisi penampilan. Survey menunjukkan, 68 persen pasien tidak kembali ke rumah sakit karena perilaku dokter dan perawat yang tidak menyenangkan. Dengan menjadi BLU, tantangan ini bisa dijawab, paparnya. (Arif).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar