Care for Life

Care for Life
Wajah wajah cerah Pengurus BSMI Mataram

Jumat, 13 Mei 2011

WALAH...NATO SERANG PUSAT BULAN SABIT MERAH di MISRATA


Walah...NATO Serang Pusat Bulan Sabit Merah di Misrata
Sabtu, 14 Mei 2011 06:55 WIB
KAIRO--Televisi pemerintah Libya mengatakan, kapal perang NATO telah menghantam sebuah bangunan Masyarakat Bulan Sabit Merah ketika kapal itu menyerang kota Misrata yang dikuasai pemberontak, Jumat. "Angkatan laut NATO yang biadab telah menyerang sasaran pusat Bulan Sabit Merah di Misrata," kata televisi al-Libyadalam satu tulisan di bagian bawah layar TV.

Saluran satelit itu menunjukkan gambar beberapa dokter dan perawat yang memakai pakaian seragam dan lencana Bulan Sabit Merah dengan darah mengalir di kaki mereka di sebuah bangunan yang televisi itu katakan sebagai gedung Masyarakat Bulan Sabit Merah. "Ini akibat serangan NATO terhadap Bulan Sabit Merah Libya di Misrata," kata tulisan tersebut, ketika TV itu memperlihatkan saorang petugas medis yang menangis.
Seorang pejabat NATO mengatakan insiden satu-satunya yang ia sadari melibatkan kapal perang NATO di wilayah itu melibatkan kapal NATO yang tembak-menembak dengan pasukan pemerintah di darat Kamis setelah bergerak untuk mencegat serangan di Misrata oleh kapal-kapal kecil.
Al-Libya sebelumnya melaporkan kapal perang itu telah menyerang bagian barat Misrata dan pinggiran kota Zintan yang berdekatan, Jumat.
Seorang juru bicara pemerintah, sebagaimana dikutip oleh televisi Al Jamahiriya, saluran pemerintah lainnya, mengatakan bahwa kapal perang NATO telah menyerang daerah Ad-Dafniyah, separuh jalan antara Misrata dan Zintan, Jumat, yang menimbulkan korban manusia dan kerusakan material. Mereka mengatakan sejumlah warga terpaksa melarikan diri dari rumah mereka sebagai akibat serangan itu.

Sumber: antara/reuters

Minggu, 10 April 2011



TUJUH MANFAAT DIAM

Pertama:
Merupakan Ibadah tanpa harus capek

Kedua:
Merupakan hiasan diri tanpa perhiasan

Ketiga:
Wibawa tanpa kekuasaan

Keempat:
Benteng tanpa dinding

Kelima:
Tidak perlu meminta maaf kepada siapapun

Keenam:
Malaikat pencatat amal menjadi rehat :D

Ketujuh:
Penutup keburukan dan sisi-sisi kejahiliyahan diri


Dengan diam, anda mendapatkan kekuatan hebat untuk berfikir secara mendalam tentang apa yang terjadi di sekelilingmu, serta dapat konsentrasi dengan penuh tentang rasionalitas suatu jawaban.

Dengan diam anda telah menguasai orang-orang yang ada di hadapan anda melalui pandangan mata anda yang mengandung banyak makna tersembunyi, yang membuat mereka kebingungan dalam memberikan tafsirnya.

Diam yang disertai sedikit gerak pisik dan isyarat mata telah memaksa orang yang ada di hadapan anda harus banyak mengungkapkan isi hatinya, sehingga ia lebih banyak berbicara daripada yang seharusnya ia berbicara.

Bisa jadi diam terasa oleh orang lain sebagai serangan terselubung yang menjadikannya semakin mendongkol, sehingga anda menjadi lebih kuat tanpa harus berbicara dan bercapek-capek.

Diam bisa menjadi solusi paling jitu dalam menghadapi berbagai problema rumah tangga ringan yang bertumpuk-tumpuk.

Di saat-saat genting, diam dapat melahirkan sikap dihormati, sebaliknya, perlawanan dan perdebatan dapat melahirkan sikap semakin menjauh dan dendam.

Dengan diam, anda telah menghancurkan berbagai senjata orang yang berseteru denganmu, serta menelanjangi mereka dari kemampuannya untuk melanjutkan kosa katanya.

Diam telah menjadi guru yang baik agar anda belajar menjadi pendengar yang baik, di mana banyak orang telah kehilangan sifat ini.

*)Penulis: Ustadz Musyafa Ahmad Rahim

Kamis, 07 April 2011

SEJARAH APRIL MOP...



April Mop: Hari Dimana Umat Islam Dibantai

Bulan April telah menjelang. Ada suatu kebiasaan jahiliah yang patut kita waspadai bersama sebagai seorang Muslim; 1 April sebagai hari April Mop. April Mop sendiri adalah hari di mana orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Tapi tahukah Anda apakah April Mop itu sebenarnya?

Sejarah April Mop
Sebenarnya, April Mop adalah sebuah perayaan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib yang dilakukan lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekadar hiburan atau keisengan belaka.
Biasanya orang akan menjawab bahwa April Mop—yang hanya berlaku pada tanggal 1 April—adalah hari di mana kita boleh dan sah-sah saja menipu teman, orangtua, saudara, atau lainnya, dan sang target tidak boleh marah atau emosi ketika sadar bahwa dirinya telah menjadi sasaran April Mop. Biasanya sang target, jika sudah sadar kena April Mop, maka dirinya juga akan tertawa atau minimal mengumpat sebal, tentu saja bukan marah sungguhan.
Walaupun belum sepopuler perayaan tahun baru atau Valentine's Day, budaya April Mop dalam dua dekade terakhir memperlihatkan kecenderungan yang makin akrab di masyarakat perkotaan kita. Terutama di kalangan anak muda. Bukan mustahil pula, ke depan juga akan meluas ke masyarakat yang tinggal di pedesaan. Ironisnya, masyarakat dengan mudah meniru kebudayaan Barat ini tanpa mengkritisinya terlebih dahulu, apakah budaya itu baik atau tidak, bermanfaat atau sebaliknya.
Perayaan April Mop berawal dari suatu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan? April Mop, atau The April's Fool Day, berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 M, atau bertepatan dengan 892 H.
Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walaupun sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah barat yang berupa pegunungan. Islam telah menerangi Spanyol.
Karena sikap para penguasa Islam yang begitu baik dan rendah hati, banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan saja beragama Islam, namun sungguh-sungguh mempraktikkan kehidupan secara Islami. Tidak saja membaca Al-Qur'an, namun bertingkah-laku berdasarkan Al-Qur'an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.
Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun selalu gagal. Maka dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam Spanyol.
Akhirnya mereka menemukan cara untuk menaklukkan Islam, yakni dengan pertama-tama melemahkan iman mereka melalui jalan serangan pemikiran dan budaya. Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirimkan alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari daripada membaca Al Qur'an. Mereka juga mengirimkan sejumlah ulama palsu untuk meniup-niupkan perpecahan ke dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.
Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan salib. Penyerangan oleh pasukan salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, tetapi juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua. Satu-persatu daerah di Spanyol jatuh.
Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara salib terus mengejar mereka. Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara salib mengetahui bahwa banyak muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka.
Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Namun beberapa dari orang Muslim diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah disediakan, mereka pun segera bersiap untuk meninggalkan Granada dan berlayar meninggalkan Spanyol.
Keesokan harinya, ribuan penduduk muslim Granada keluar dari rumah-rumah mereka dengan membawa seluruh barang-barang keperluan, beriringan berjalan menuju ke pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai pasukan salib, memilih bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumah mereka. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika mereka membakari rumah-rumah tersebut bersama dengan orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.
Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan, hanya bisa terpana ketika tentara salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang para tentara salib telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.
Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara salib segera membantai umat Islam Spanyol tanpa rasa belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman.
Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The April's Fool Day). Pada tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Bagi umat kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.
Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya se-iman disembelih dan dibantai oleh tentara salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas juga ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Siapapun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, 5 abad silam.
Jadi, perhatikan sekeliling Anda, anak Anda, atau Anda sendiri, mungkin terkena bungkus jahil April Mop tanpa kita sadari. (sa/berbagai sumber)

Selasa, 05 April 2011

SENYUMMU KEKUATANMU...


Senyummu Kekuatanmu
Kaifa Ihtada

Oleh: Muhammad Taufiq Hidayat


Sahabat..ketika kepasrahan jiwa kita telah mencapai titik nadzir, keyakinan akan pertolongan Allah yang telah bulat, keyakinan yang mantap bahwa bersama kesulitan pasti ada kemudahan, maka tersenyumlah, lapangkanlah dada-dada kita.
Sesungguhnya senyuman akan sangat bermanfaat bagi kita, senyuman yang muncul karena kepasrahan, ketundukan dan keyakinan yang mantap akan pertolongan dari Allah akan membantu kita untuk menikmati hidup ini.
Sungguh dahsyat nya efek dari senyuman itu, senyum tanda ketentraman jiwa, senyum tanda optimisme, senyum tanda kebahagiaan. Apa gunanya kita bermuram durja, apa gunanya kita cemberut, bermuka masam sambil terus menerus menyesali, meratapi ujian atau cobaan yang menghampiri kita,, bukankah dengan seperti itu akan malah menguras tenaga kita, pikiran kita, jiwa-jiwa kita menjadi galau, pikiran kita menjadi kacau dan cuma lelah, lelah dan lelah yang kita dapat. Alangkah ruginya kita ketika kita terlalu mendramatisir kesulitan yang kita hadapi. Kesulitan yang sebenarnya hanya ringan menjadi berat dan menghimpit karena kita terlalu mendramatisirnya, energi kita terkuras untuk mengangkat beban yang sebenarnya ringan.
Alangkah indahnya ketika kita mampu menghadapi segala kesulitan dan cobaan itu dengan tersenyum, karena jiwa –jiwa seseorang yang murah senyum akan memacu diri kita untuk dapat menikmati kesulitan, akan mampu mendorong otak kita berpikir jernih untuk menyelesaikan permasalahan. Senyuman akan mampu menjaga stock energy positif kita agar tidak habis terkuras untuk menghadapi permasalahan, karena sesungguhnya ujian dan cobaan itu adalah sebuah keniscayaan. Sahabat..simpanlah energy yang tersisa itu, hematlah dia agar kita mampu bertahan dalam menjalani perjalanan-perjalanan hidup kita.
Sahabat, tersenyumlah karena orang yang murah tersenyum dalam menjalani hidup ini bukan saja orang yang paling mampu membahagiakan diri sendiri, tetapi orang yang paling mampu berbuat, orang yang sanggup memikul tanggung jawab, orang yang paling tangguh menghadapi kesulitan dan memecahkan persoalan, serta orang yang paling dapat menciptakan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain.
Sahabat tebarkanlah juga senyummu untuk saudaramu, karena senyummu kepada saudaramu adalah sedekah. Berikanlah sebuah senyum yang penuh ketulusan, senyum yang benar-benar timbul dari hati kita. Seberat apapun permasalahan yang kita hadapi, maka tetaplah tersenyum, tetaplah tebarkan senyummu karena senyummu itu adalah obat dari kesedihanmu. Sebagaimana perkataan abu darda bahwa sesungguhnya aku akan tertawa untuk membahagiakan diriku. Tertawalah dan tersenyumlah dengan wajar, dengan ketulusan, bukan tertawa dan tersenyum tanda kesinisan. Tertawa dan tersenyumlah sesuai kewajaran dan jangan berlebihan karena terlalu banyak tertawa juga akan mematikan hati.
Sahabat…yakinlah bahwa kemudahan itu pasti akan datang, tersenyumlah karena itu adalah tanda keceriaan, ujung rasa suka cita serta kegembiraan. Tersenyumlah, karena senyummu adalah kekuatanmu, dan tersenyumlah karena harapan itu masih ada.
Wallahua’lam bi showab.
(DAKWATUNA)

Minggu, 27 Maret 2011

PERUMPAMAAN AMAL


Perumpamaan Amal

Oleh Fajar Kurnianto

Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya perumpamaan orang yang melakukan amal-amal buruk (dosa) kemudian mengerjakan amal-amal baik (saleh), bagaikan seorang yang memakai perisai perang sempit sehingga membuatnya terimpit. Ketika dia mengerjakan satu amal baik, maka perisai itu terasa agak longgar sedikit. Selanjutnya ketika dia mengerjakan satu amal baik lainnya, maka perisai tersebut terasa semakin longgar, hingga orang itu meninggal dunia." (HR Ahmad dari Uqbah bin Amir).

Kewajiban manusia adalah di dalam kehidupan dunia ini adalah melakukan amal baik dan menjauhi amal buruk. Amal baik akan mengarahkan manusia ke jalan kebaikan di dunia dan di akhirat. Sementara amal buruk akan mengarahkan manusia ke jalan keburukan di dunia dan di akhirat. Allah berfirman, "… dan kerjakanlah amal yang baik (saleh). Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS al-Mu'minun [23] m: 51).

Amal buruk harus dijauhi. Dan, bagi orang yang sudah melakukan amal buruk, ia harus meninggalkannya. Rasulullah memberikan perumpamaan tentang hal ini. Bahwa melakukan amal buruk (dosa) itu seperti orang yang memakai baju besi dalam perang yang makin mengimpit, membelit kuat tubuhnya. Semakin ia sering melakukan amal buruk, maka baju besi itu akan semakin mengimpit tubuhnya. Apabila orang itu melakukan amal baik setelah melakukan amal buruk, maka ia ibarat orang yang mengendurkan impitan baju besinya. Semakin banyak amal baik dilakukan, semakin longgar baju besi itu.

Apa maknanya? Pertama, buah dari amal buruk itu adalah penderitaan, kesulitan, dan kesengsaraan hidup. Baik itu di dunia, lebih-lebih di akhirat. Kedua, buah dari amal baik itu adalah kelapangan, keluasan, kemudahan, dan kebahagiaan hidup. Baik itu di dunia, lebih-lebih di akhirat. Karena itu, kunci untuk melepaskan diri dari penderitaan, kesulitan, ataupun kesengsaraan hidup itu sebenarnya sangat mudah: lakukanlah kebaikan, apa pun bentuknya, kapan pun, di manapun; dan jangan sekali-kali melakukan keburukan.

Manusia memang bukan malaikat, yang seratus persen bisa bersih dan suci dari segala dosa. Inilah, misalnya, yang disebut oleh Rasulullah sebagai fluktuasi iman, "Sesungguhnya iman itu dapat bertambah dan berkurang." (HR Muslim).

Akan tetapi, itu tidak bisa dijadikan sebagai alasan bahwa amal buruk itu hal yang wajar. Karena perintah Allah sangat tegas: kerjakanlah amal yang saleh! Tidak ada satu pun ajaran Islam yang memerintahkan untuk beramal buruk. Islam adalah cahaya yang menyingkap kegelapan, mengangkat manusia dari jurang kegelapan menuju ke alam yang benderang, melepaskan manusia dari kesulitan hidup ke kemudahan hidup. Bahagia dunia dan akhirat. Tinggal manusia yang memilih, ingin hidup dalam kegelapan, terimpit dalam kesulitan, dengan beramal buruk, atau ingin hidup dalam terang cahaya, lepas dari impitan kesulitan hidup, dengan beramal baik. Wallahu a'lam.

Rabu, 23 Maret 2011

Usai Dibekali BAPETEN, BSMI siap berangkat ke Jepang



(Jakarta) Lembaga kemanusiaan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) telah menyiapkan tim relawan untuk membantu korban gempa dan tsunami Jepang. Keberangkatan para relawan BSMI ke Jepang untuk menyalurkan bantuan uang tunai, obat-obatan dan logistik yang saat ini sangat dibutuhkan bagi warga Jepang. Sebelum keberangkatan ke Jepang, relawan akan dibekali pengetahuan tentang bahaya radiasi nuklir akibat ledakan imstalasi PLTN di Fukushima.

Hal ini disampaikan oleh ketua umum BSMI Muhamad Djazuli Ambari, SKM, M.Si saat pembekalan relawan BSMI untuk mengahadapi ancaman radiasi nuklir di kantor pusat BSMI Jl. Dewi Sartika No. 19, Jumat (18/3). Pembekalan yang disampaikan oleh Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) Dr. Ir. As Natio Lasman, bertujuan agar para relawan yang akan bekerja di daerah yang terkena radiasi nuklir mengetahui cara pencegahan dan dampak yang ditimbulkan jika terkena radiasi.

Tim relawan yang akan diberangkatkan ke Jepang berjumlah 12 orang yang terdiri dari dokter spesialis, tim ahli forensik, dan tim ahli tanggap bencana. Meski pemerintah Jepang memperketat masuknya relawan internasional, BSMI tetap berharap relawannya dapat memasuki daerah bencana untuk melaksanakan tugas kemanusiaan.

Tim relawan BSMI yang ke Jepang yaitu Dr. Basuki Supartono, SpOT, FICS, MARS (spesialis orthopaedi), Dr. Prita Kusumaningsih, SpOG (spesialis obsgyn), Dr. Arief Basuki, SpAn (spesialis anastesi), Dr. Agoes Kooshartoro, SpPD (spesialis penyakit dalam), Dr. Sahudi, SpB (spesialis bedah), Dr. Iwan Aflanie Syaidul Alkaf, SpF (ahli forensik), Amin Kuat Santoso (tim tanggap bencana), Muhamad Djazuli Ambari, SKM, M.Si (tim tanggap bencana), Muhammad Rudi (tim tanggap bencana), Heru Susetyo, SH, LL.M (tim tanggap bencana), Syekh Abdul Qodir, S.Sos (tim tanggap bencana), Pardian Sulaiman, S.Sos (tim tanggap bencana).

Hingga saat ini, menurut salah satu sumber resmi di Jepang menyatakan bahwa jumlah korban tewas 5.321 jiwa dan korban yang hilang 9.329 jiwa. Sehingga total korban setelah gempa dahsyat dan tsunami yang meratakan pantai timur laut Jepang mencapai 14.650 jiwa. Selain itu ada 2.383 orang yang luka-luka dan diperkirakan jumlah korban akan terus bertambah. Sedangkan sekitar dua ratus orang di Jepang dipastikan terkena radiasi nuklir.

Sementara itu pada pembekalan relawan di kantor pusat BSMI, As Natio Lasman mengatakan, seseorang dapat terpapar zat radioaktif pada bagian luar tubuh maupun secara internal akibat zat radioaktif masuk saat bernapas, makan, minum, ataupun lewat luka. Masyarakat umum termasuk para relawan, sesuai peraturan internasional, memang tidak boleh terpapar radiasi melebihi rata-rata 1 mSv (milishievert) per tahun, sementara itu, pekerja di kawasan radiasi ditetapkan tidak boleh menerima lebih dari 50mSv per tahun. As Natio Lasman juga menghimbau para relawan yang akan ke Jepang untuk selalu barhati-hati dan mengikuti peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah Jepang. [bsmi]

Minggu, 20 Maret 2011

PROFIL BSMI KOTA MATARAM




Latar Belakang
Dalam beberapa tahun terakhir, terdapat peningkatan masalah kemanusiaan di lndonesia, baik yang diakibatkan oleh bencana alam, konflik antar etnis ataupun sebab-sebab lainnya.Belum lagi masalah kesehatan yang semakin terabaikan karena ketidakmampuan masyarakat untuk membeli produk kesehatan yang ada. Ketidakmampuan tersebut merupakan akibat langsung dari turunnya kualitas ekonomi yang dialami masyarakat saat ini. Semua hal tersebut akan membuat masyarakat semakin tidak peduli dengan standar kesehatan selama ini. Pada saat yang sama, di masyarakat tumbuh banyak lembaga-lembaga sosial kemanusiaan yang mencoba mengatasi permasalahan di atas. Hal ini ditandai dengan munculnya lembaga-lembaga kemanusiaan atau lembaga donatur yang bersedia membiayai kegiatan pelayanan kemanusiaan yang telah ada. Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) lahir sebagai realisasi dalam proses secara sungguh-sungguh dari para pendiri. Para pendiri BSMI selama ini telah seringkali melakukan pertolongan-pertolongan kemanusiaan. Untuk lebih meningkatkan lagi keterpaduan langkah dan keberhasilan program, kita memerlukan lembaga kemanusiaan yang kelahirannya tidak terkooptasi oleh kepentingan individu dan lembaga. BSMI lahir sebagai wujud dari usaha independen dan merdeka yang mengacu kepada prinsip kemanusiaan yang universal dalam ajaran lslam.
Pada hari Sabtu 08 Juni 2002 bertepatan dengan tanggal 27 Rabiul Awwal 1423 H telah lahir lembaga kemanuisaan dalam bidang kesehatan dan sosial yang bernama Bulan Sabit Merah Indonesia yang dideklarasikan di Masjid Al-Azhar Jakarta.
Lambang yang dipergunakan adalah berbentuk Bulan Sabit yang berwarna merah dengan latar belakang warna putih serta 3 tulisan berbahasa Indonesia, Internasional dan Arab, dimaksudkan supaya dikenal oleh rakyat Indonesia, Negara Internasional serta Negara Islam Timur Tengah.

Susunan Pengurus BSMI Cabang Mataram
PENASEHAT
TGH.Safwan Hakim
Dr.Arief Zuhan,SpB
Ust.Satriawan,Lc,MA
DR.Muhaimin,M.Hum
Ketua
Dr.Asep Nasrullah

Sekretaris
Arif Fahmi,S.Si


Ketua Departemen Pelayanan Masyarakat
Dr.Hj.Qomarul Islamiyati


Ketua Departemen Klinik
Dr.Rinni Sintani


Ketua Departemen BSMR
Dr.Rudi Satriawan


Ketua departemen Fund Rising dan Media
Arif Rahman,S.Ked


Ketua Departemen Pengembangan SDM
Ali Mustofa,S.Kep,Ners

Selasa, 15 Maret 2011

Jangan berhenti. Bukan karena berhenti akan menghambat laju kemajuan anda. Namun sesungguhnya alam mengajarkan bahwa anda tak akan pernah bisa berhenti. Meski anda berdiam diri di situ, bumi tetap mengajak anda mengelilingi matahari. Maka, bergeraklah, beramallah, berkaryalah. Berkarya bukan sekedar untuk meraih sesuatu. Berkarya memberi kebahagiaan diri.

Air yang tak bergerak lebih cepat busuk. Kunci yang tak pernah dibuka lebih mudah serat. Mesin yang tak dinyalakan lebih gampang berkarat. Hanya perkakas yang tak digunakanlah yang disimpan dalam laci berdebu. Jangan berhenti berkarya, atau anda segera menjadi tua dan tak berguna.

Selasa, 01 Maret 2011

Sehat Jiwa Itu Penting


Menuju Masyarakat Sehat Jiwa Mandiri
Refleksi Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia)

Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Se-Dunia yang jatuh pada tanggal 10 Oktober 2010 dan Hari Kesehatan Jiwa Nasional tanggal 9 November 2010, menunjukkan betapa pentingnya kesehatan jiwa bagi semua orang. Pada tanggal 12 November kita juga memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN ke-46).
Seperti tahun-tahun sebelumnya, RSJ provinsi NTB selalu mengadakan berbagai macam kegiatan dalam rangka menyemarakkan hari kesehatan jiwa nasional dan hari kesehatan nasional Berbagai kegiatan yang diadakan, diantaranya adalah seminar tentang kesehatan jiwa dengan tema menuju masyarakat sehat jiwa mandiri, senam aerobic serta jalan sehat yang melibatkan seluruh pegawai rumah sakit, keluarga dan masyarakat umum dengan tujuan untuk meningkatkan kebersamaan seluruh keluarga besar RSJ serta menyadarkan masyarakat akan pentingnya kesehatan, khususnya kesehatan jiwa.
Seseorang dikatakan sehat jiwa jika mampu menyesuaikan diri dengan diri sendiri, orang lain, masyarakat dan lingkungan. Penyesuaian diri yang baik berdampak pada terwujudnya keharmonisan fungsi jiwa, sanggup menghadapi masalah, merasa bahagia dan mampu melakukan kontrol diri. Banyak sekali penderita sakit jiwa terlambat berobat sebab masyarakat selalu menghubungkan penyebab sakit dengan pengaruh setan, ilmu gelap atau hal-hal mistik/gaib lainnya. Selama masyarakat belum mengetahui tentang sehat dan sakit/gangguan jiwa dan bagaimana mendapatkan pertolongan medis, selama itu juga tindakan pencegahan sakit jiwa penting.
Pasien jiwa berat seringkali disebut gila oleh masyarakat. Orang yang berperilaku aneh, kotor, tidak terurus, galak dan siap menyakiti orang lain adalah gambaran pasien jiwa yang sangat terpatri di benak masyarakat. Seolah-olah pasien gangguan kesehatan jiwa hanyalah pasien yang menderita gila saja.
Kata “GILA” yang mengandung stigma yang kuat tentang kesehatan jiwa juga sulit dilepaskan dari ungkapan masyarakat untuk sesuatu sikap perilaku dan emosional manusia yang tidak normal. Padahal masih banyak gangguan jiwa lain yang juga membutuhkan perhatian khusus seperti depresi, kecemasan, gangguan stres pasca trauma dan gangguan kesehatan jiwa pada anak.
Di NTB, jumlah penderita gangguan jiwa terus meningkat seiring dengan makin beratnya tekanan hidup, baik secara ekonomi maupun sosial, dengan kasus terbanyak terjadi pada usia remaja dewasa/usia produktif.
Mereka umumnya mengalami gangguan psikologis dan perilaku sehingga menurunkan produktivitas mereka dan menghambat interaksi sosial dengan lingkungan sekitar. Seperti yang terjadi di RSJ Provinsi NTB pada tahun 2010 untuk pasien rawat inap. Sebanyak 479 orang dari 978 pasien rawat inap adalah kelompok umur remaja dewasa (umur 25–44 tahun ). Sedangkan dari data kunjungan rawat jalan, pada triwulan I, II dan III tahun 2010 sebanyak 4.325 dari 8.819 berasal dari kelompok usia ini.
Menurut laporan rutin yang dibuat bagian rekam medik RSJ Provinsi NTB, jumlah pasien rawat inap di rumah sakit ini dari tahun ke tahun mengalami peningkatan . Memang, meningkatnya jumlah pasien di RSJ juga akibat penggunaan kartu Asuransi Kesehatan bagi Masyarakat Miskin/Askeskin atau yang sekarang ini disebut Jaminan Kesehatan Masyarakat/Jamkesmas, sehingga mereka bisa berobat gratis (dari 978 pasien, 680 orang berasal dari peserta jamkesmas dan jamkesda, atau sekitar 69,5 %). Sedangkan jumlah penyakit terbanyak adalah Skizofrenia, mencapai 76,5% ( 748 orang dari 978 kasus selama satu tahun) dan diurutan kedua adalah gangguan depresi ( 60 orang dari 978 kasus, atau sekitar 6,1 % ).
Badan Kesehatan Dunia WHO mengatakan dalam laporannya bahwa pada tahun 2020 nanti beban global yang ditanggung negara akibat ketidakproduktifan kerja masyarakatnya disumbangkan paling tinggi dari gangguan jiwa depresi. Hal ini semakin membuat kita harus waspada tentang bahaya gangguan jiwa yang tidak terkenali di masyarakat kita.
Pengenalan gejala gangguan kesehatan jiwa khususnya yang sering terjadi di masyarakat sangat penting untuk terus menerus dilakukan. Hal ini agar masyarakat bisa mengatahui secara dini gangguan kesehatan jiwa yang dialami baik oleh dirinya sendiri, keluarga atau orang-orang di lingkungannya.
Selain daripada itu juga perlu adanya informasi dan upaya dari masing-masing penyedia layanan kesehatan jiwa, khususnya RSJ provinsi NTB untuk terus menginformasikan kepada masyarakat sehingga dapat mengurangi stigma yang ada.
Selama ini kebanyakan masyarakat takut untuk datang ke Rumah Sakit Jiwa ataupun psikiater (dokter spesialis kesehatan jiwa) karena dianggap memalukan, tidak waras atau lebih parah lagi dikatakan mengalami kegilaan. Hal ini tentunya harus diwaspadai karena ternyata stigma ini bukan hanya terjadi di kalangan masyarakat awam bahkan di kalangan profesional di kalangan kesehatan sendiri.
Semoga dengan peringatan Hari Kesehatan Jiwa Se-Dunia dan Hari Kesehatan Nasional, kita sebagai masyarakat dapat terus meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kita tentang gangguan kesehatan jiwa, sehingga harapan kita untuk menuju masyarakat yang sehat jiwa secara mandiri dapat terwujud. Jangan lupa untuk dapat segera meminta pertolongan jika memang membutuhkan. Mencegah lebih baik daripada mengobati.

Minggu, 20 Februari 2011

CINTAKU PADAMU...YA RASULULLAH....



Apa yang Tuan pikirkan tentang seorang laki-laki berperangai amat mulia, yang lahir dan dibesarkan di celah-celah kematian demi kematian orang-orang yang amat mengasihinya? Lahir dari rahim sejarah, ketika tak ada seorangpun mampu mengguratkan kepribadian selain kepribadiannya sendiri. Ia produk ta'dib Rabbani (didikan Tuhan) yang menantang mentari dalam panasnya dan menggetarkan jutaan bibir dengan sebutan namanya, saat muaddzin mengumandangkan adzan.

Di rumahnya tak dijumpai perabot mahal. Ia makan di lantai seperti budak, padahal raja-raja dunia iri terhadap kekokohan struktrur masyarakat dan kesetiaan pengikutnya. Tak seorang pembantunya pun mengeluh pernah dipukul atau dikejutkan oleh pukulannya terhadap benda-benda di rumah. Dalam kesibukannya ia masih bertandang ke rumah puteri dan menantu tercintanya, Fathimah Az-Zahra dan Ali bin Abi Thalib.

Fathimah merasakan kasih sayangnya tanpa membuatnya menjadi manja dan hilang kemandirian. Saat bani Makhzum memintanya membatalkan eksekusi atas jenayah seorang perempuan bangsawan, ia menegaskan: "Sesungguhnya yang membuat binasa orang-orang sebelum kamu ialah, apabila seorang bangsawan mencuri kamu biarkan dia dan apabila yang mencuri itu rakyat jelata mereka tegakkan hukum atas-nya. Demi Allah, seandainya Fathimah anak Muhammad mencuri, maka Muhammad tetap akan memotong tangannya."

Hari-harinya penuh kerja dan intaian bahaya. Tapi tak menghalanginya untuk -- lebih dari satu dua kali -- berlomba jalan dengan Humaira, sebutan kesayangan yang ia berikan untuk Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq. Lambang kecintaan, paduan kecerdasan dan pesona diri dijalin dengan hormat dan kasih kepada Ash-Shiddiq, sesuai dengan namanya "si Benar". Suatu kewajaran yang menakjubkan ketika dalam sibuknya ia masih menyempatkan memerah susu domba atau menambal pakaian yang koyak. Setiap kali para shahabat atau keluarganya memanggil ia menjawab: "Labbaik". Dialah yang terbaik dengan prestasi besar di luar rumah, namun tetap prima dalam status dan kualitasnya sebagai "orang rumah".

Di bawah pimpinannya, laki-laki menemukan jati dirinya sebagai laki-laki dan pada saat yang sama perempuan mendapatkan kedudukan amat mulia."Sebaik-baik kamu ialah yang terbaik terhadap keluarganya dan akulah orang yang terbaik diantara kamu terhadap keluargaku." "Tak akan memuliakan perempuan kecuali seorang mulia dan tak akan menghina perempuan kecuali seorang hina," demikian pesannya.

Di sela 27 kali pertempuran yang digelutinya langsung (ghazwah) atau di panglimai shahabatnya (sariyah) sebanyak 35 kali, ia masih sempat mengajar Al-Qur'an, sunnah, hukum, peradilan, kepemimpinan, menerima delegasi asing, mendidik kerumahtanggaan bahkan hubungan yang paling khusus dalam keluarga tanpa kehilangan adab dan wibawa. Padahal, masa antara dua pertempuran itu tak lebih dari 1,7 bulan.

Setiap kisah yang dicatat dalam hari-harinya selalu bernilai sejarah. Suatu hari datanglah ke masjid seorang Arab gunung yang belum mengerti adab di masjid. Tiba-tiba ia kencing di lantai masjid yang berbahan pasir. Para shahabat sangat murka dan hampir saja memukulnya. Sabdanya kepada mereka: "Jangan. Biarkan ia menyelesaikan hajatnya." Sang Badui terkagum. Ia mengangkat tangannya, "Ya Allah, kasihilah aku dan Muhammad. Jangan kasihi seorangpun bersama kami." Dengan senyum ditegurnya Badui tadi agar jangan mempersempit rahmat Allah.

Ia kerap bercengkerama dengan para shahabatnya, bergaul dekat, bermain dengan anak-anak, bahkan memangku balita mereka di pangkuannya. Ia terima undangan mereka; yang merdeka, budak laki-laki atau budak perempuan, serta kamu miskin. Ia jenguk rakyat yang sakit di ujung Madinah. Ia terima permohonan ma'af orang.

Ia selalu lebih dulu memulai salam dan menjabat tangan siapa yang menjumpainya dan tak pernah menarik tangan itu sebelum shahabat tersebut yang menariknya. Tak pernah menjulurkan kaki di tengah shahabatnya hingga menyempitkan ruang bagi mereka. Ia muliakan siapa yang datang, kadang dengan membentangkan bajunya. Bahkan ia berikan alas duduknya dan dengan sungguh-sungguh. Ia panggil mereka dengan nama yang paling mereka sukai. Ia beri mereka kuniyah (sebutan bapak atau ibu si Fulan). Tak pernah ia memotong pembicaraan orang, kecuali sudah berlebihan. Apabila seseorang mendekatinya saat ia sholat, ia cepat selesaikan sholatnya dan segera bertanya apa yang diinginkan orang itu.

Pada suatu hari dalam perkemahan tempur ia berkata: "Seandainya ada seorang shalih mau mengawalku malam ini." Dengan kesadaran dan cinta, beberapa shahabat mengawal kemahnya. Di tengah malam terdengar suara gaduh yang mencurigakan. Para shahabat bergegas ke arah sumber suara. Ternyata Ia telah ada di sana mendahului mereka, tagak di atas kuda tanpa pelana. "Tenang, hanya angin gurun," hiburnya. Nyatalah bahwa keinginan ada pengawal itu bukan karena ketakutan atau pemanjaan diri, tetapi pendidikan disiplin dan loyalitas.

Ummul Mukminin Aisyah Ra. Berkata : "Rasulullah SAW wafat tanpa meninggalkan makanan apapun yang dimakan makhluk hidup, selain setengah ikat gandum di penyimpananku. Saat ruhnya dijemput, baju besinya masih digadaikan kepada seorang Yahudi untuk harga 30 gantang gandum."

Sungguh ia berangkat haji dengan kendaraan yang sangat seerhana dan pakaian tak lebih dari 4 dirham, seraya berkata,"Ya Allah, jadikanlah ini haji yang tak mengandung riya dan sum'ah." Pada kemenangan besar saat Makkah ditaklukkan, dengan sejumlah besar pasukan muslimin, ia menundukkan kepala, nyaris menyentuh punggung untanya sambil selalu mengulang-ulang tasbih, tahmid dan istighfar. Ia tidak mabuk kemenangan.

Betapapun sulitnya mencari batas bentangan samudera kemuliaan ini, namun beberapa kalimat ini membuat kita pantas menyesal tidak mencintainya atau tak menggerakkan bibir mengucapkan shalawat atasnya: "Semua nabi mendapatkan hak untuk mengangkat do'a yang takkan ditolak dan aku menyimpannya untuk ummatku kelak di padang Mahsyar nanti."

Ketika masyarakat Thaif menolak dan menghinakannya, malaikat penjaga bukit menawarkan untuk menghimpit mereka dengan bukit. Ia menolak, "Kalau tidak mereka, aku berharap keturunan dari sulbi mereka kelak akan menerima da'wah ini, mengabdi kepada Allah saja dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun."

Mungkin dua kata kunci ini menjadi gambaran kebesaran juwanya. Pertama, Allah, Sumber kekuatan yang Maha dahsyat, kepada-Nya ia begitu refleks menumpahkan semua keluhannya. Ini membuatnya amat tabah menerima segala resiko perjuangan; kerabat yang menjauh, shahabat yang membenci, dan khalayak yang mengusirnya dari negeri tercinta. Kedua, Ummati, hamparan akal, nafsu dan perilaku yang menantang untuk dibongkar, dipasang, diperbaiki, ditingkatkan dan diukirnya.

Ya, Ummati, tak cukupkah semua keutamaan ini menggetarkan hatimu dengan cinta, menggerakkan tubuhmu dengan sunnah dan uswah serta mulutmu dengan ucapan shalawat? Allah tidak mencukupkan pernyataan-Nya bahwa Ia dan para malaikat bershalawat atasnya (QS 33:56 ), justru Ia nyatakan dengan begitu "vulgar" perintah tersebut, "Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah atasnya dan bersalamlah dengan sebenar-benar salam."

Allahumma shalli 'alaihi wa'ala aalih !
(KH.Rahmat Abdullah)

Selasa, 15 Februari 2011

Bulan Sabit Merah Sambut Maulid





Rabi'ul Awal, adalah hari-hari yang penuh karya dan kepedulian bagi para aktivis kemanusiaan Bulan Sabit Merah Indonesia Kota Mataram. Selama sebulan penuh, terutama di setiap akhir pekan dan hari libur nasional, para pejuang kemanusiaan ini senantiasa mengisi hari-harinya dengan terus menebar cinta bagi sesama, khususnya bagi mereka yang dhuafa. Bersama para pemburu ridho Sang Maha Kasih, bahu membahu tiada lelah melaksanakan bakti sosial dan khitanan massal bagi masyarakat di seluruh pelosok pulau Lombok, tiada henti hingga senyum-senyum cerah mengembang sempurna diantara celah bibir mungil anak-anak bangsa yang selama ini jarang terperhatikan kesehatannya. pun demikian dengan inaq dan amaq mereka yang seringkali harus berfikir seribu kali untuk sekedar berkunjung ke dokter disaat tubuh melemah, entah karena angin atau karena kurang asupan gizi.
Di Bulan rabi'ul Awal, yang biasanya dikenal dengan bulan Maulid, sebagian besar masyarakat Sasambo ini begitu semangat dan semarak berbagi kebahagiaan merayakan kelahiran Sang Rasul akhir Zaman, sehingga hal inilah yang menjadikan mereka lebih menyukai mengkhitankan putra-putra kesayangan mereka di bulan ini, dengan alasan agar dapat melaksanakan acara tasyakuran (walimatul khitan) sekaligus merayakan maulid Nabi. Mungkin inilah salah satu alasan bayaknya proposal permintaan khitanan massal dan bakti sosial yang masuk sekretariat BSMI Kota Mataram sehingga di bulan ini, jadwal khitanan massal bagi masyarakat Lombok sangat padat. Setelah kemaren ahad seharian Tim BSMI melaksanakan ekspedisi peduli kesehatan di Bayan-KLU, Selasa pagi tadi melaksanakan khitanan massal sebanyak 70 peserta di Panti Asuhan yatim iatu Al-Hidayah-Tempit-Ampenan, dilanjutkan dengan khitanan massal di desa Seganteng-cakranegara sebanyak 15 peserta. dan jika Allah menghendaki,ahad depan (20 Feb) tim BSMI akan kembali melakukan ekspedisi khitanan di kecamatan gangga-KLU dilanjut untuk pekan keempat di Lombok tengah dan parampuan. Akankah target 250 peserta khitan selama sebulan ini dapat tercapai...kita tunggu....Akhirnya Segenap Pengurus dan Relawan BSMI Kota Mataram mengucapkan Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, semoga kita semua semakin mencintai Rasulullah dengan senantiasa berusaha melaksanakan segala sunah-sunah beliau...